KHIZHNYAKOVPanduan

Khizhnyakov › Panduan

Cara Menghitung HPP dan Harga Jual Produk Handmade

Workshop Kerajinan Tangan: HPP, Pesanan, dan Laba — Template Excel — Lihat template →

Banyak perajin menetapkan harga dengan cara yang sama: lihat harga di marketplace, kurangi sedikit agar lebih murah, lalu berharap untung. Hasilnya sering menyedihkan — setelah sebulan sibuk menerima pesanan, uang yang tersisa hampir sama dengan modal bahan. Waktu kerja Anda sendiri tidak pernah dibayar.

Menghitung HPP (harga pokok produksi) produk handmade sebenarnya sederhana. Di artikel ini Anda akan menghitung biaya bahan, jam kerja, dan biaya lain per produk, menetapkan harga jual dengan markup, dan mencatat pesanan agar tahu berapa penghasilan sebenarnya.

Tiga komponen HPP produk handmade

HPP = bahan + (jam kerja × tarif per jam) + biaya lain-lain

  1. Bahan — semua yang masuk ke produk, dihitung sesuai pemakaian, bukan per pembelian.
  2. Jam kerja — waktu Anda dikali tarif per jam. Ini komponen yang paling sering dilupakan.
  3. Lain-lain — kemasan, label, kartu ucapan, penyusutan alat, bagian listrik.

Langkah 1. Hitung bahan per produk

Kuncinya: harga per gram, per mililiter, atau per buah. Jika Anda membeli 1 kg soy wax seharga Rp90.000, harganya Rp90 per gram.

Contoh satu lilin aromaterapi dalam gelas 150 g:

BahanPemakaianHarga per satuanBiaya
Soy wax150 gRp90Rp13.500
Fragrance oil10 mlRp1.200Rp12.000
Sumbu1 pcsRp1.000Rp1.000
Gelas1 pcsRp8.000Rp8.000
BahanRp34.500

Jangan lupa bahan yang terbuang: lilin yang tumpah, benang sisa, kain potongan. Tambahkan 5–10% ke bahan jika sisa tidak bisa dipakai lagi.

Langkah 2. Tetapkan tarif per jam

Tarif per jam adalah berapa Anda ingin dibayar untuk satu jam kerja. Cara sederhana: penghasilan bulanan yang Anda targetkan dibagi jam kerja produktif per bulan. Misalnya target Rp4.800.000 dan 160 jam → Rp30.000 per jam.

Hitung juga waktu yang tidak langsung terlihat: menyiapkan bahan, membersihkan, memotret produk, membalas chat, mengemas. Jika satu batch berisi 10 lilin butuh 5 jam total, waktu per lilin = 0,5 jam.

Jam kerja = 0,5 × Rp30.000 = Rp15.000.

Langkah 3. Biaya lain-lain dan HPP

Label, kotak, dan kertas pembungkus: Rp3.000 per lilin.

HPP = 34.500 + 15.000 + 3.000 = Rp52.500

Di Excel, jika bahan di B2, jam di C2, lain-lain di D2, dan tarif per jam di sheet Parameter:

=B2+C2*Parameter!$B$2+D2

Langkah 4. Harga jual dengan markup

Markup menutup biaya usaha yang tidak masuk HPP — biaya iklan, promosi, foto, produk gagal — dan menyisakan laba usaha di luar upah Anda.

Harga = HPP × (1 + markup) = 52.500 × 1,6 = Rp84.000 (markup 60%).

Untuk pembulatan ke kelipatan Rp1.000 ke atas:

=CEILING(E2*(1+Parameter!$B$3);1000)

Catatan: di Excel dengan pengaturan regional Indonesia argumen dipisahkan titik koma (;); di format Inggris, koma.

Jika menjual di marketplace

Komisi dan biaya layanan marketplace dipotong dari harga jual. Masukkan ke biaya lain-lain per produk, atau hitung harga yang dibutuhkan agar setelah potongan Anda tetap menerima Rp84.000: harga = 84.000 / (1 − persentase potongan).

Langkah 5. Catat pesanan dan laba

Produk handmade sering dibuat sesuai pesanan, dengan DP dan pelunasan. Tabel pesanan sederhana:

PelangganProdukJumlahTenggatStatusDibayarTotalSisa
Bu SariLilin 150 g2015.08DikerjakanRp840.000Rp1.680.000Rp840.000
Toko KadoLilin 150 g1020.08BaruRp0Rp840.000Rp840.000

Total = jumlah × harga (diambil dengan VLOOKUP dari daftar produk). Sisa = total − dibayar. Laba pesanan = total − jumlah × HPP. Di akhir bulan, SUMIFS menunjukkan pendapatan, laba, dan sisa tagihan.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Tidak menghitung waktu sendiri. Tanpa jam kerja, «laba» Anda sebenarnya adalah upah yang sangat kecil.
  • Harga per pembelian, bukan per pemakaian. Satu botol fragrance oil bukan biaya satu lilin.
  • Menyamakan harga dengan pesaing yang lebih murah. Mereka mungkin memakai bahan berbeda, atau juga tidak menghitung jam kerja.
  • Pesanan dicatat di chat saja. DP mana yang sudah masuk dan pesanan mana yang lewat tenggat mudah terlupa.

Template siap pakai: workshop kerajinan tangan

Template berbayar «Workshop Kerajinan Tangan: HPP, Pesanan, dan Laba» menyatukan perhitungan dan pencatatan. Di sheet «Parameter» Anda mengatur tarif per jam, markup, dan tanggal laporan. Sheet «Produk» menampung hingga 40 produk dengan bahan, jam, dan lain-lain; HPP, harga yang disarankan, dan markup dihitung otomatis, dan jika Anda mengisi harga sendiri, markup dihitung ulang.

Sheet «Pesanan» menampung hingga 500 pesanan: pelanggan, produk, tenggat, status, dan pembayaran, dengan total, sisa tagihan, dan laba yang dihitung otomatis. Di «Ringkasan» Anda melihat pendapatan, laba, sisa tagihan, penjualan dan laba per produk, serta grafik.

File berjalan di Excel 2007 ke atas dan LibreOffice, tanpa makro, dengan contoh terisi data fiktif. Pajak dan komisi platform tidak dihitung terpisah — masukkan ke biaya lain-lain atau harga.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana jika produk saya selalu berbeda, misalnya pesanan custom?

Hitung HPP untuk varian dasar, lalu tambahkan biaya per tambahan: ukuran lebih besar, nama custom, kemasan khusus. Dengan begitu penawaran harga cepat dibuat.

Berapa markup yang wajar untuk produk handmade?

Tidak ada angka tunggal. Yang penting harga menutup HPP dengan upah Anda, biaya usaha, dan masih menyisakan laba. Jika pasar tidak menerima harganya, cari cara mengurangi waktu atau biaya bahan, bukan menghapus upah sendiri.

Bagaimana menghitung penyusutan alat?

Bagi harga alat dengan perkiraan jumlah produk yang bisa dibuat selama masa pakainya. Mesin jahit Rp3.000.000 untuk 3.000 produk berarti Rp1.000 per produk.

Kapan sebaiknya minta DP?

Untuk pesanan custom dan pesanan besar, DP melindungi Anda dari pembatalan setelah bahan dibeli. Banyak perajin meminta setidaknya biaya bahan di muka.

Panduan lainnya