KHIZHNYAKOV

Khizhnyakov › Panduan

Cara Menghitung Penyusutan Aset Tetap di Excel (Metode Garis Lurus)

Pencatatan Aset Tetap dan Penyusutan di Excel: Daftar Aset dan Jadwal Bulanan — Templat Excel — Lihat template →

Begitu aset tetap berjumlah lebih dari beberapa unit, menghitung penyusutan satu per satu mulai menyita waktu. Satu salah tanggal mulai pakai atau satu masa manfaat yang keliru, dan angka di seluruh jadwal ikut bergeser. Apalagi bila atasan tiba-tiba bertanya berapa nilai buku seluruh kendaraan per akhir kuartal lalu.

Di sini Anda akan belajar menghitung penyusutan dengan metode garis lurus di Excel: dari data yang harus dicatat, rumus bulanan, sampai cara membuat jadwal penyusutan sepanjang tahun. Ada contoh angka rupiah dan daftar kesalahan umum. Bagian akhir menjelaskan templat siap pakai bila Anda tidak ingin merangkai semuanya sendiri.

Data yang perlu dicatat untuk setiap aset

Satu aset satu baris, dengan kolom berikut:

  • nomor inventaris (unik),
  • nama dan kelompok aset,
  • tanggal mulai dipakai,
  • harga perolehan,
  • masa manfaat dalam bulan (atau tahun yang dikonversi),
  • tanggal pelepasan, bila aset dijual atau dihapus,
  • nilai sisa, jika kebijakan Anda memakainya.

Masa manfaat dan pengelompokan aset ditentukan oleh kebijakan akuntansi dan aturan yang berlaku bagi Anda, jadi jangan menyalin angka dari contoh tanpa memeriksanya.

Rumus garis lurus

Metode garis lurus membebankan jumlah yang sama setiap bulan:

Penyusutan per bulan = (harga perolehan - nilai sisa) / masa manfaat dalam bulan

Di Excel, bila harga perolehan di D2, nilai sisa di E2 dan masa manfaat (bulan) di F2:

=(D2-E2)/F2

Banyak organisasi mulai membebankan penyusutan pada bulan setelah aset mulai dipakai. Jumlah bulan yang sudah berlalu sampai tanggal perhitungan (misalnya di sel B1) dapat dihitung begini, dengan G2 sebagai tanggal mulai dipakai:

=MAX(0;(YEAR($B$1)-YEAR(G2))*12+MONTH($B$1)-MONTH(G2))

Batasi agar tidak melebihi masa manfaat:

=MIN(F2;bulan_berlalu)

Akumulasi penyusutan = penyusutan per bulan x jumlah bulan terbebani. Nilai buku bersih = harga perolehan - akumulasi.

Bila ada tanggal pelepasan, hentikan hitungan pada bulan tersebut dengan memakai tanggal yang lebih awal di antara tanggal perhitungan dan tanggal pelepasan, misalnya dengan MIN.

Contoh angka

Sebuah kantor membeli laptop seharga Rp12.000.000, mulai dipakai 15 Januari 2025, masa manfaat 48 bulan, tanpa nilai sisa.

  • Penyusutan per bulan: 12.000.000 / 48 = Rp250.000.
  • Penyusutan mulai Februari 2025. Pada 31 Desember 2025 sudah berlalu 11 bulan.
  • Akumulasi: 11 x 250.000 = Rp2.750.000.
  • Nilai buku bersih: 12.000.000 - 2.750.000 = Rp9.250.000.

Pada 31 Desember 2026, akumulasi menjadi 23 x 250.000 = Rp5.750.000 dan nilai buku Rp6.250.000. Untuk mengecek jadwal, jumlah penyusutan 12 bulan tahun 2026 harus tepat Rp3.000.000.

Jadwal penyusutan per bulan

Buat lembar kedua dengan aset di baris dan 12 bulan di kolom. Setiap sel berisi penyusutan aset tersebut pada bulan itu, atau nol bila belum dimulai atau sudah selesai. Logikanya: jika bulan tersebut jatuh setelah bulan mulai dipakai, dan nilai belum terserap, dan belum dilepas, maka isi dengan penyusutan bulanan; kalau tidak, nol.

=IF(AND(bulan>mulai;bulan<=akhir);penyusutan;0)

Baris total di bawah memberi beban penyusutan per bulan, dan kolom total di kanan memberi beban setahun per aset. Jumlahkan per kelompok dengan SUMIFS untuk ringkasan.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mencampur tahun dan bulan. Masa manfaat 4 tahun harus ditulis 48 bulan di rumus.
  • Penyusutan berlanjut setelah nilai habis. Pakai MIN agar akumulasi tidak melebihi harga perolehan.
  • Aset yang dijual tetap disusutkan. Isi tanggal pelepasan dan jadikan rumus peka terhadap tanggal itu.
  • Tanggal disimpan sebagai teks. Rumus YEAR dan MONTH memberi hasil salah; pastikan sel berformat tanggal.
  • Menganggap jadwal ini pembukuan resmi. Tabel Excel membantu perhitungan, tetapi pembukuan akuntansi dan pajak mengikuti aturan yang berlaku.

Templat siap pakai

Templat Pencatatan Aset Tetap dan Penyusutan menerapkan seluruh logika di atas. Ini templat berbayar, terdiri atas empat lembar:

  • «Pengaturan»: tanggal perhitungan, tahun jadwal, dan kelompok aset tetap.
  • «Daftar Aset»: hingga 300 aset dengan nomor inventaris, kelompok, tanggal mulai dipakai, harga perolehan, masa manfaat, tanggal pelepasan, penyusutan, nilai buku bersih, keausan, dan kondisi.
  • «Jadwal Penyusutan»: penyusutan tiap aset untuk setiap bulan pada tahun yang dipilih, beserta total setahun.
  • «Ringkasan»: angka per kelompok, akumulasi penyusutan dan nilai buku bersih, beban per bulan, dan grafik.

Cukup mengubah tanggal di «Pengaturan» untuk melihat nilai buku bersih pada tanggal lain. Perlu diingat, hanya metode garis lurus yang diterapkan; metode lain dan penilaian ulang tidak tersedia. Tanpa makro, untuk Excel 2007 ke atas dan LibreOffice, berbahasa Indonesia. Perhitungan bersifat perkiraan dan tidak menggantikan pembukuan akuntansi maupun pajak.

FAQ

Apa beda garis lurus dengan saldo menurun?

Garis lurus membebankan jumlah tetap tiap bulan, sedangkan saldo menurun membebankan persentase dari nilai buku sehingga bebannya besar di awal dan mengecil kemudian. Garis lurus lebih mudah dihitung dan diperiksa.

Apakah tanah ikut disusutkan?

Umumnya tidak, tetapi itu tergantung kebijakan akuntansi dan aturan setempat. Pisahkan tanah dalam kelompok tersendiri agar tidak ikut terjumlah.

Bagaimana dengan aset yang dibeli pertengahan bulan?

Tentukan satu aturan dan terapkan konsisten, misalnya mulai bulan berikutnya. Konsistensi lebih penting daripada ketelitian hitungan hari.

Perlukah mencatat nilai sisa?

Jika kebijakan Anda memakainya, kurangkan dari harga perolehan sebelum dibagi masa manfaat. Jika tidak, biarkan nol.

Panduan lainnya