Cara Menghitung CPL, CAC, ROAS, dan ROMI per Kanal Iklan
Efektivitas Iklan: CPL, CAC, ROMI per Kanal — Template Excel — Lihat template →
Anggaran iklan sering tersebar di beberapa tempat: Google Ads, iklan Instagram dan TikTok, iklan marketplace, endorse. Setiap platform punya dashboard sendiri dengan angkanya sendiri — tayangan, klik, CTR — dan semuanya terlihat «lumayan». Tetapi pertanyaan yang paling penting jarang terjawab: kanal mana yang menghasilkan laba, dan mana yang hanya menghabiskan uang?
Jawabannya ada di beberapa metrik sederhana yang bisa dihitung di Excel: CPL, CAC, ROAS, dan ROMI. Di artikel ini Anda akan melihat rumus masing-masing, contoh perhitungan untuk tiga kanal dalam rupiah, dan cara menggunakannya untuk mengambil keputusan.
Metrik yang perlu Anda ketahui
| Metrik | Rumus | Menjawab pertanyaan |
|---|---|---|
| CTR | klik / tayangan | Apakah iklan menarik perhatian? |
| CPC | biaya / klik | Berapa harga satu kunjungan? |
| CPL | biaya / prospek | Berapa harga satu calon pembeli? |
| Konversi | penjualan / prospek | Berapa prospek yang membeli? |
| CAC | biaya / penjualan (pelanggan) | Berapa harga satu pembeli? |
| ROAS | pendapatan / biaya | Berapa rupiah omzet per rupiah iklan? |
| ROMI | (pendapatan × margin − biaya) / biaya | Berapa laba per rupiah iklan? |
Prospek (lead) adalah siapa pun yang menunjukkan minat nyata: chat WhatsApp, isian formulir, telepon.
ROAS vs ROMI: mengapa ROAS saja menyesatkan
ROAS 3 terdengar bagus: setiap Rp1 iklan menghasilkan Rp3 omzet. Tetapi omzet bukan laba. Jika margin Anda (laba sebelum iklan dibagi pendapatan) hanya 30%, maka dari Rp3 omzet hanya Rp0,90 yang tersisa — kurang dari Rp1 yang dikeluarkan untuk iklan. Kanal dengan ROAS 3 bisa merugi.
ROMI memperhitungkan margin:
ROMI = (pendapatan × margin − biaya iklan) / biaya iklan
ROMI di atas nol berarti iklan menghasilkan laba, di bawah nol — rugi.
Contoh: tiga kanal dalam satu bulan
Toko online dengan margin 35%:
| Kanal | Biaya | Klik | Prospek | Penjualan | Pendapatan |
|---|---|---|---|---|---|
| Google Ads | Rp3.000.000 | 600 | 40 | 12 | Rp9.600.000 |
| Instagram Ads | Rp2.500.000 | 900 | 75 | 10 | Rp6.000.000 |
| Iklan marketplace | Rp1.500.000 | 400 | 50 | 15 | Rp7.500.000 |
Hasil perhitungan:
| Kanal | CPC | CPL | CAC | ROAS | Laba | ROMI |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Google Ads | Rp5.000 | Rp75.000 | Rp250.000 | 3,2 | Rp360.000 | 12% |
| Instagram Ads | Rp2.778 | Rp33.333 | Rp250.000 | 2,4 | −Rp400.000 | −16% |
| Iklan marketplace | Rp3.750 | Rp30.000 | Rp100.000 | 5,0 | Rp1.125.000 | 75% |
Perhatikan Instagram: klik termurah dan CPL lebih murah dari Google, tetapi konversi ke penjualan hanya 13%, dan rata-rata belanja (Rp600.000) lebih kecil daripada dari Google (Rp800.000). Hasilnya rugi Rp400.000. Jika hanya melihat CPC dan CPL, kanal ini akan terlihat paling efisien.
Rumus di Excel
Jika biaya di C2, klik di E2, prospek di F2, penjualan di G2, pendapatan di H2, dan margin di sel $B$1:
- CPL:
=IF(F2=0;"";C2/F2) - CAC:
=IF(G2=0;"";C2/G2) - ROAS:
=IF(C2=0;"";H2/C2) - Laba:
=H2*$B$1-C2 - ROMI:
=IF(C2=0;"";(H2*$B$1-C2)/C2)
Catatan: di Excel dengan pengaturan regional Indonesia argumen dipisahkan titik koma (;); di format Inggris, koma. IF dengan pengecekan nol mencegah error #DIV/0! di bulan tanpa prospek atau penjualan.
Untuk merangkum per kanal dari jurnal bulanan, gunakan SUMIFS: =SUMIFS(Jurnal!C:C;Jurnal!B:B;A2). Penting: ROMI per kanal dihitung dari total biaya dan total pendapatan, bukan rata-rata ROMI bulanan.
Keputusan: perbesar, pertahankan, atau matikan
Tentukan ambang ROMI yang masuk akal untuk bisnis Anda, misalnya 50%:
- ROMI di atas ambang → perbesar anggaran secara bertahap (iklan marketplace).
- ROMI antara 0 dan ambang → pertahankan dan optimalkan (Google Ads).
- ROMI di bawah nol → perbaiki dulu atau matikan (Instagram Ads).
Sebelum mematikan kanal, periksa penyebabnya: apakah masalah ada di iklan (CTR rendah), halaman atau admin chat (konversi rendah), atau produk yang diiklankan (rata-rata belanja kecil).
Kesalahan yang sering terjadi
- Menilai dari ROAS tanpa margin. Seperti dijelaskan di atas — omzet bukan laba.
- Prospek tidak ditandai sumbernya. Tanyakan «tahu dari mana?» atau gunakan nomor WhatsApp atau kode promo yang berbeda per kanal.
- Menilai terlalu cepat. Untuk produk mahal, pembelian bisa terjadi beberapa minggu setelah klik. Lihat per kuartal.
- Melupakan pelanggan berulang. Jika pelanggan membeli lagi tanpa iklan, CAC yang tinggi di pembelian pertama bisa tetap menguntungkan.
Template siap pakai: efektivitas iklan CPL, CAC, ROMI
Template berbayar «Efektivitas Iklan: CPL, CAC, ROMI per Kanal» menyusun laporan ini otomatis. Di sheet «Parameter» Anda mengatur tahun, margin, ambang ROMI, dan daftar hingga 10 kanal iklan. Sheet «Jurnal» menampung hingga 400 baris — bulan, kanal, biaya, tayangan, klik, prospek, penjualan, pendapatan — dan laba serta ROMI setiap baris dihitung otomatis.
Sheet «Kanal» menampilkan CTR, CPC, CPL, konversi ke penjualan, CAC, ROAS, laba, ROMI, dan keputusan untuk setiap kanal — «perbesar», «pertahankan», atau «rugi» — beserta total dan grafik. Sheet «Per bulan» memperlihatkan tren biaya, prospek, penjualan, pendapatan, CPL, CAC, laba, dan ROMI.
File berjalan di Excel 2007 ke atas dan LibreOffice, dengan rumus biasa tanpa makro, dan dilengkapi contoh terisi data fiktif.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana menghitung endorse atau iklan influencer?
Perlakukan sebagai kanal tersendiri. Biaya adalah honor endorse, dan prospek serta penjualan dilacak dengan kode promo atau tautan khusus.
CAC berapa yang masih wajar?
CAC harus lebih kecil dari laba yang dihasilkan pelanggan — dari pembelian pertama, atau dari semua pembelian jika pelanggan sering kembali.
Apakah biaya admin dan desain iklan perlu dimasukkan?
Untuk keputusan antarkanal, cukup biaya iklan langsung. Untuk menilai pemasaran secara keseluruhan, tambahkan gaji tim dan biaya agensi.
Data mana yang paling sulit dikumpulkan?
Biasanya penjualan per kanal. Mulailah dengan cara sederhana: kolom «sumber» di catatan pesanan, diisi setiap kali ada transaksi.
KHIZHNYAKOV