KHIZHNYAKOVPanduan

Khizhnyakov › Panduan

Rencana vs Realisasi Anggaran Proyek: Cara Menyusunnya di Excel

Rencana vs Realisasi Anggaran Proyek — Template Excel — Unduh gratis →

Hampir tidak ada proyek yang berjalan persis sesuai anggaran. Renovasi butuh material tambahan, acara butuh vendor cadangan, peluncuran produk butuh iklan lebih banyak. Masalahnya bukan pada selisih itu sendiri, tetapi pada kapan selisih itu ketahuan. Jika pembengkakan baru terlihat di akhir proyek, sudah terlambat untuk bertindak.

Laporan rencana vs realisasi anggaran (sering disebut juga «budget vs actual») menjawab tiga pertanyaan setiap bulan: di pos mana biaya melampaui rencana, berapa besar, dan berapa total biaya proyek jika laju saat ini berlanjut. Berikut cara menyusunnya di Excel.

Struktur dasar: tiga tabel dengan bentuk yang sama

  1. Rencana — pos anggaran di baris, bulan di kolom.
  2. Realisasi — persis susunan yang sama, diisi dari bukti pengeluaran.
  3. Selisih — realisasi dikurangi rencana untuk setiap sel.

Kuncinya adalah susunan yang identik: pos yang sama di baris yang sama. Nama pos cukup diketik sekali di sheet rencana, lalu di sheet lain dirujuk dengan rumus =Rencana!A5, sehingga tidak ada salah ketik.

Contoh: proyek renovasi 6 bulan

Anggaran total Rp300 juta. Sekarang akhir bulan ke-3. Data per pos (dalam juta rupiah):

PosRencana totalRencana s.d. bln 3Realisasi s.d. bln 3SelisihPenyerapan
Material1508092+12115%
Tenaga kerja904544−198%
Sewa alat3015150100%
Lain-lain301016+6160%
Total300150167+17111%

Untuk biaya, selisih positif berarti melebihi anggaran. Untuk pendapatan sebaliknya: selisih negatif berarti di bawah target.

Mengapa membandingkan «s.d. bulan berjalan»

Kesalahan paling umum: membandingkan realisasi tiga bulan dengan rencana seluruh proyek. Material Rp92 juta dari Rp150 juta terlihat «masih aman, baru 61%». Padahal untuk tiga bulan pertama hanya direncanakan Rp80 juta — sudah lewat 15%.

Rencana s.d. bulan berjalan dihitung dengan SUMIF atas nomor bulan, atau lebih sederhana dengan OFFSET. Jika bulan berjalan ada di B1 dan rencana per bulan di C5:H5:

=SUM(OFFSET(C5;0;0;1;$B$1))

Catatan: di Excel dengan pengaturan regional Indonesia argumen dipisahkan titik koma (;); di format Inggris, koma.

Selisih, persen, dan toleransi

  • Selisih: =E5-D5
  • Penyerapan: =IF(D5=0;"";E5/D5)
  • Status dengan toleransi 5% di B2:

=IF(D5=0;"";IF(E5/D5-1>$B$2;"Melebihi";IF(E5/D5-1<-$B$2;"Di bawah rencana";"Sesuai")))

Toleransi penting agar laporan tidak penuh warna merah karena selisih Rp100 ribu. Tambahkan Conditional Formatting: merah untuk «Melebihi», hijau untuk «Di bawah rencana».

Proyeksi biaya akhir proyek

Ada dua cara sederhana memperkirakan biaya akhir:

1. Laju penyerapan rencana. Proyeksi = rencana total × (realisasi s.d. / rencana s.d.). Material: 150 × 92/80 = Rp172,5 juta. Cocok untuk pos sekali bayar dan pos yang pembengkakannya kemungkinan berlanjut.

2. Rata-rata realisasi per bulan. Proyeksi = realisasi s.d. / bulan berjalan × durasi. Lain-lain: 16 / 3 × 6 = Rp32 juta. Cocok untuk pos rutin seperti sewa atau gaji.

Untuk contoh di atas, jika semua pos mengikuti laju penyerapan, total proyek bisa mencapai sekitar Rp338 juta — hampir Rp40 juta di atas anggaran. Informasi ini muncul di bulan ke-3, saat masih ada waktu untuk menegosiasikan harga material atau memangkas pos lain.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Realisasi dicatat saat dibayar, rencana saat dibutuhkan. Pilih satu dasar — tanggal faktur atau tanggal bayar — dan pakai di kedua tabel.
  • Pos baru ditambahkan hanya di realisasi. Biaya tak terduga tetap butuh baris di rencana, meski rencananya nol.
  • Tidak ada cadangan. Proyek tanpa pos cadangan hampir pasti «melebihi anggaran».
  • Laporan diperbarui tiga bulan sekali. Data bulanan memberi waktu untuk bereaksi.

Template siap pakai: rencana vs realisasi anggaran proyek

Template gratis «Rencana vs Realisasi Anggaran Proyek» sudah menyiapkan struktur ini. Di sheet «Parameter» Anda mengisi nama proyek, bulan pertama, durasi hingga 24 bulan, toleransi selisih, dan metode proyeksi. Sheet «Rencana» dan «Realisasi» menampung hingga 10 pos pendapatan dan 20 pos biaya per bulan; nama pos cukup diisi sekali.

Sheet «Rencana vs Realisasi» menampilkan rencana dan realisasi sampai bulan berjalan, selisih dalam angka dan persen, penyerapan rencana, proyeksi akhir proyek, dan status setiap pos. Sheet «Selisih» memperlihatkan perbedaan per pos dan bulan dengan sorotan merah dan hijau, sedangkan «Kumulatif» dan «Ringkasan» menunjukkan jumlah kumulatif, hasil proyek, pembengkakan biaya terbesar, dan diagram rencana vs realisasi.

File berjalan di Excel 2007 ke atas dan LibreOffice, tanpa makro. Bulan di luar durasi proyek otomatis menjadi abu-abu dan tidak dihitung.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa toleransi selisih yang wajar?

Untuk kebanyakan proyek kecil, 5–10% per pos sudah cukup. Untuk pos besar seperti material, toleransi bisa lebih ketat, karena 5% dari angka besar tetap jumlah yang signifikan.

Bagaimana jika rencana perlu diubah di tengah proyek?

Simpan rencana awal di salinan sheet terpisah, lalu perbarui rencana kerja. Dengan begitu Anda bisa membandingkan realisasi dengan rencana terbaru sekaligus melihat seberapa jauh proyek bergeser dari rencana awal.

Apakah pendapatan juga perlu dicatat?

Jika proyek menghasilkan uang — misalnya acara dengan tiket atau peluncuran produk — ya. Hasil proyek baru terlihat jika pendapatan dan biaya ada di satu laporan.

Siapa yang sebaiknya mengisi realisasi?

Satu orang yang memegang bukti pengeluaran, biasanya admin atau bagian keuangan proyek. Jika banyak orang mengisi, pembagian pos mudah tidak konsisten.

Panduan lainnya