Simulasi KPR dengan Pelunasan Dipercepat di Excel: Hemat Berapa Bunga?
KPR dengan Pelunasan Dipercepat di Excel: Jadwal Angsuran, Penghematan Bunga, Perbandingan — Templat Excel — Lihat template →
Banyak peminjam KPR bertanya hal yang sama: kalau tahun ini saya membayar tambahan Rp50.000.000, apakah lebih baik tenor dipersingkat atau angsuran bulanan dikurangi? Dan berapa bunga yang benar-benar dihemat? Jawabannya tidak bisa ditebak, karena bunga KPR anuitas paling besar di tahun-tahun awal. Itu sebabnya pembayaran ekstra di awal tenor jauh lebih berdampak daripada di akhir.
Excel dapat mensimulasikannya dengan rapi. Artikel ini menjelaskan jadwal angsuran anuitas, cara memodelkan pelunasan dipercepat dengan dua mode, dan cara membandingkan hasilnya dengan skenario tanpa pelunasan.
Dasar: angsuran anuitas
Pada KPR anuitas, angsuran per bulan sama besar, tetapi komposisinya berubah: awalnya sebagian besar adalah bunga, lama-lama sebagian besar pokok. Angsuran dihitung dengan PMT:
```
=PMT(bunga_tahunan/12, tenor_bulan, -pinjaman)
```
Contoh: pinjaman Rp600.000.000, bunga 9% per tahun, tenor 240 bulan (20 tahun). Bunga bulanan 0,75%. Angsuran = PMT(0,0075; 240; -600.000.000) sekitar Rp5.398.000 per bulan.
Jadwal angsuran bulan demi bulan
Buat tabel dengan kolom: nomor, tanggal, sisa awal, bunga, pokok, pelunasan dipercepat, sisa akhir. Rumus per baris:
```
Bunga = SisaAwal * bunga_tahunan / 12
Pokok = Angsuran - Bunga
SisaAkhir = SisaAwal - Pokok - Pelunasan
```
Pada bulan pertama contoh di atas: bunga = 600.000.000 x 0,75% = Rp4.500.000, pokok = 5.398.000 - 4.500.000 = Rp898.000. Sisa akhir sekitar Rp599.102.000. Terlihat bahwa lebih dari 80 persen angsuran awal habis untuk bunga.
Dua mode pelunasan dipercepat
Setelah ada pembayaran ekstra, Anda punya dua pilihan:
- Perpendek tenor: angsuran tetap sama, sisa pinjaman lebih kecil, sehingga lunas lebih cepat. Di jadwal, baris berhenti lebih awal. Rumus sisa akhir tetap sama, dan baris dihentikan ketika sisa mencapai nol (gunakan MIN agar pokok tidak melebihi sisa).
- Kurangi angsuran: tenor tetap, angsuran dihitung ulang dari sisa pinjaman dan sisa bulan dengan PMT lagi:
```
=PMT(bunga_tahunan/12, sisa_bulan, -sisa_pinjaman)
```
Secara umum mode pertama menghemat lebih banyak bunga, karena Anda terus membayar angsuran yang sama besar dan pokok turun lebih cepat. Mode kedua memberi kelonggaran arus kas bulanan.
Contoh hitungan
Dengan pinjaman Rp600.000.000, 9%, 240 bulan, angsuran Rp5.398.000. Total yang dibayar tanpa pelunasan sekitar 240 x 5.398.000 = Rp1.295.520.000, jadi total bunga sekitar Rp695.520.000.
Sekarang anggap pada bulan ke-24 Anda membayar tambahan Rp50.000.000 dengan mode perpendek tenor. Sisa pinjaman pada saat itu sekitar Rp576.500.000, menjadi Rp526.500.000 setelah pembayaran. Dengan angsuran tetap Rp5.398.000, sisa tenor turun dari 216 bulan menjadi sekitar 177 bulan, hampir 3,5 tahun lebih cepat. Bunga yang dihemat sekitar Rp160.000.000. Angka persisnya bisa Anda lihat dengan membandingkan total bunga dua jadwal.
Ini perkiraan kasar. Gunakan Excel untuk memperoleh angka yang sesuai data KPR Anda.
Membandingkan dua jadwal
Buat dua jadwal berdampingan: satu tanpa pelunasan, satu dengan pelunasan. Lalu bandingkan:
- Tenor (jumlah baris sampai sisa nol)
- Angsuran bulanan
- Total bunga:
=SUM(kolom_bunga) - Penghematan bunga: total bunga tanpa pelunasan dikurangi total bunga dengan pelunasan
Grafik garis sisa pinjaman dengan dua seri akan memperlihatkan jarak antara kedua skenario dengan jelas.
Hal yang tidak ditangkap simulasi sederhana
- Bunga mengambang atau berubah setelah masa tetap.
- Penalti pelunasan dipercepat, biaya administrasi, dan asuransi.
- Cara bank menghitung bunga per hari dan bukan sebulan penuh.
Selisih dengan jadwal bank biasanya ratusan ribu hingga jutaan rupiah, jadi gunakan simulasi untuk membandingkan skenario, dan ambil angka resmi dari bank. Periksa juga ketentuan pelunasan di perjanjian kredit Anda.
Kesalahan yang sering terjadi
- Membandingkan dua skenario dengan asumsi bunga berbeda.
- Lupa bahwa pelunasan dihitung setelah angsuran bulan tersebut.
- Mengabaikan dana darurat: jangan menghabiskan seluruh simpanan untuk pelunasan.
- Tidak menghitung peluang lain, misalnya instrumen dengan imbal hasil lebih tinggi dari bunga KPR.
Templat KPR dengan pelunasan dipercepat
Kalau Anda ingin langsung memakai, templat KPR dengan Pelunasan Dipercepat menyiapkan semuanya dengan rumus biasa, tanpa makro, di Excel 2007 ke atas dan LibreOffice. Templat ini berbayar. Isinya:
- Parameter: jumlah pinjaman, suku bunga, tenor hingga 360 bulan, tanggal pencairan dan angsuran pertama.
- Pelunasan Dipercepat: hingga 60 pelunasan dengan tanggal, jumlah, dan mode "Perpendek tenor" atau "Kurangi angsuran"; pelunasan yang direncanakan juga bisa dimasukkan.
- Jadwal: angsuran demi angsuran dengan bunga, pokok, pelunasan, dan sisa; pelunasan diberi warna dan angsuran yang sudah lewat berwarna abu-abu.
- Jadwal Tanpa Pelunasan: pinjaman yang sama tanpa pelunasan dipercepat.
- Perbandingan: tenor, angsuran, total bunga, penghematan bunga, sisa pinjaman per tahun, dan grafik dua garis.
Tabel menghitung bunga secara sederhana (suku bunga dibagi 12) dan tidak memperhitungkan suku bunga mengambang, biaya, asuransi, atau tata cara khusus bank. Perhitungan bersifat perkiraan.
FAQ
Lebih baik perpendek tenor atau kurangi angsuran?
Jika tujuan Anda menghemat bunga, perpendek tenor biasanya lebih unggul. Jika arus kas bulanan ketat, kurangi angsuran lebih aman.
Kapan waktu terbaik melakukan pelunasan dipercepat?
Sedini mungkin, karena bunga terbesar ada di awal tenor. Pelunasan di tahun-tahun akhir menghemat jauh lebih sedikit.
Mengapa hasil Excel berbeda dari tabel bank?
Bank bisa menghitung bunga berdasarkan jumlah hari sebenarnya dan menambahkan biaya. Simulasi dipakai untuk membandingkan, bukan menggantikan jadwal resmi.
Apakah perlu memikirkan penalti?
Ya. Beberapa bank mengenakan biaya pelunasan dipercepat. Tanyakan sebelum membayar ekstra.
KHIZHNYAKOV